Beberapa faktor dapat menyebabkan kerusakan pada telur yaitu faktor
fisik, kimia maupun mikrobiologi. Untuk lebih jelas mengetahui
kerusakan pada telur, dapat kita lihat tanda-tanda bila telur tersebut
telah rusak. Telur yang telah mengalami penurunan kualitas, secara fisik
ditandai dengan adanya perubahan-perubahan sebagai berikut :
- Isi telur yang semula terbagi dua (kuning telur dan putih telur) dan berbentuk kental, berubah menjadi cair dan telah bercampur.
- Terdapat noda hitam pada bagian putih telur, dapat diterawang/dilihat menggunakan lampu.
- Tercium bau yang busuk.
- Terdapat belatung pada cangkangnya.
- Bila diguncang, berbunyi.
- Adanya keretakan pada cangkang
- Bila dimasukan ke dalam air, akan mengapung atau melayang mendekati permukaan air.
Kerusakan telur juga dapat disebabkan oleh mikrobiologi karena adanya aktifitas bakteri dan jamur antara lain sebagai berikut :
- Geen rot , Pada keadaan ini isi telur menjadi encer, kadang-kadang dijumpai warna kehijauan. Kuning telur tertutup oleh lapisan berwarna merah jambu keputih-putihan. Putih telur kadang kadang menjadi hitam. Telur berbau busuk dan rasanya agak asam. Penyebabnya adalah bakteri dari genus Pseudomonas.
- Red rot , Bakteri-bakteri Pseudomonas dapat pula menyebabkan pewarnaan merah pada kuning telur. Putih telurnya sendiri menjadi encer dan berwarna keabu-abuan mendekati merah.
- Black rot, Telur menjadi berbau sangat busuk. Apabila telur dipecah isinya berwarna coklat kehijauan, encer dan berair. Kuning telur berwarna hitam. Penyebabnya adalah bakteri-bakteri Aloaligenes, Escherichia dan bakteri-bakteri pemecah protein.
- Tumbuhnya jamur pada bagian dalam kulit telur atau pada selaput tipis kulit. Kemampakan jamur ini keabu-abuan atau hitam. Kadang-kadang sedikit merah jambu.
http://deboraprimera.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar